share

kalau punya pilihan untuk ngga kecewa, pasti semua orang memilih untuk nggak merasakannya.

tetapi,

memang rasa kecewa itu lebih sakit dibandingkan rasa marah. karena marah tidak akan abadi, orang bisa lupa dengan rasa marahnya. atau bahkan tertawa setelahnya. dia muncul dalam bentuk berbagai rupa dan hilang setelah kemunculannya.

kecewa tidak. kecewa adalah rasa yang belum selesai dan hanya terobati dengan memaafkan. tidak akan sembuh apabila tidak mampu memaafkan. kecewa bisa tinggal sebentar, atau menetap lama. meskipun telah terlewati, kecewa tidak bisa dianggap seperti rasa marah yang bisa ditertawakan setelahnya. jika ada yang bisa mengajarkan bagaimana tertawa setelah merasakan kecewa, ajarkan dia.

karena sulit baginya untuk melakukan itu.

saat ini, menikmati kekecewaan mungkin adalah cara. cara untuk melewatinya. ketidakmampuan untuk tertawa setelah merasa kecewa membuat seseorang tidak memiliki pilihan selain menikmatinya.

Advertisements

so true

learn-how-to-treat-urself-by-this

i couldnt explain anything about myself as an introvert. this blog could help me to explain you what kind of human i am. thank you ❣️

welcome to an introvert blog

a hope

pada akhir dari sebuah kecewa, setiap orang akan memilih untuk kembali percaya atau memilih untuk meninggalkan.

kita tidak bisa menyalahkan harapan, karena harapanlah yang membuat kita hidup. tetapi jika harapan yang membuat kita berjuta juta kali kecewa, mungkin pertanyaannya adalah apakah kita keliru dalam meletakkan harapan?

dunia dan isinya adalah rizki, ketika dunia menjadi harapan tertinggi didalam hidup kita. mungkin kita perlu mempersiapkan diri untuk kecewa. karena dunia dan isinya memiliki batas waktu, suatu hari akan hilang atau pergi.

jika harapan dapat diletakan pada sesuatu yang abadi, mungkin kita tidak akan pernah kecewa. karena Ia abadi, dan Ia tidak akan pernah menghilang dari hidup dan mati kita.

-Sandra

🌹

Karena banyak dikehidupan nyata yang gak bisa kita lakuin Dan gak bisa kita temuin. Kita bisa  lakuin it di dimimpi, kita bisa menemukan itu dimimpi.

Satu Hari, mimpiku indah betul sampai tidak ingin bangun.

Karena didunia mimpi, terjatuhpun.. tertabrakpun.. tertembakpun.. kita tidak pernah merasakan sakit.

Akan lebih indah bila semua dapat terealisasi, untuk terus tidak merasa sakit dengan masuk Dan hidup didunia mimpi selamanya.

Ada hal yang lebih dibalik apa yang tampak

Mengapa harus memusingkan dunia? setiap masalah yang kita hadapi di dunia adalah tak seberapa dibanding pertolonganNya. terkadang kita sibuk mencari pembelaan agar diri kita senantiasa benar, senantiasa terselamatkan dari masalah dengan merasa bahwa itu adalah upaya kita. Naudzubillahi min dzalik.

Jika tujuan kita hanya keluar untuk menyelamatkan diri dari masalah, apa yang kita upayakan itu lah yang kita dapatkan. tetapi jika kita melihat lebih dalam lagi bahwa terdapat maksud dari adanya masalah sbg ujian yang Allah beri dan memohon ridhoNya.. menyelesaikan masalah tidak hanya tentang selesai lantas sudah, tetapi kita dapat ridhoNya.

Ridho apa itu? Ridho karena Allah mengizinkan. Allah ridho.. karena kita tidak semata mata hanya ingin selamat didunia tetapi minta kerelaan Allah agar ujian yang kita hadapi didunia ini Allah bolehkan sbg jembatan menuju surgaNya. yang penting Allah ridho!

InshaAllah ketika kita tidak berpusat hanya pada selamat, hasilnya baik atau buruk menurut kita adalah merupakan hasil yang terbaik karena semata kita hanya memohon ridho.

karena hasil baik menurut kita belum tentu baik dimata Allah dan diridhoi, karena hasil buruk menurut kita belum tentu buruk dimata Allah dan diridhoi Allah.. kejadian baik bisa jadi ujian, pula kejadian buruk bisa jadi ujian. Karena antara baik dan buruk sebenarnya tak tau kita mana yg terbaik untuk kita. Karena senang susah sebenarnya tak tau kita mana yang terbaik untuk kita.

Aku tidak peduli keadaan susah dan senangku. Karena aku tak tahu, manakah di antara keduanya itu yang lebih baik bagiku

-Umar Bin Khatab

Bisa jadi kita diuji didunia, untuk kita menabung banyak pahala agar dapat tempat disurga. InshaAllah kalo Allah ridho, semua jadi indah.

Aamiin yra

🍀

Kamu boleh bersedih, kecewa, marah. Tidak salah, kamu manusia dan ketika menerima respon yang memancing perasaan perasaan itu muncul wajar untuk kamu merasakannya.

Tetapi jangan larut, karena terlarut berarti tergoda oleh setan. Semua emosi negatif itu setan yang punya. Berhentilah segera..

Dan setelahnya, coba untuk  mengambil sikap,

Mungkin sudah waktunya berhenti untuk bertanya kenapa, mengapa, bagaimana.

Pertanyaan itu hanya bentuk kekagetanmu atas segala situasi yang baru kami hadapi. Mungkin kamu salah untuk tidak menjawabnya secara jelas karena kamu tidak ingin Ada nama orang lain yang terlihat buruk, tetapi malah nama kamu yang terlihat buruk.

Mungkin kamu salah untuk tidak menjawabnya secara jelas karena kamu tidak ingin berbelit belit dan memang mungkin kamu sudah terlanjur kecewa dianggap salah. Tidak apa apa, tidak perlu menjelaskan lagi, ikuti saja dan tetap berdoa. Minta kepada Allah untuk diberi kekuatan menjalani semua ujian.

Mungkin kamu salah untuk tidak bercerita karena takut kejadian serupa terulang, tidak apa apa, berarti kamu telah belajar dari pengalaman. Itu sudah benar, sekarang cukup ceritakan itu kepada ibumu karena ibumu adalah orang yang paling mampu untuk menjaga rahasiamu dan senantiasa mendoakan yang terbaik untukmu.

Mungkin kamu salah untuk tidak menjelaskan lebih lanjut sehingga memancing orang lain berfikiran negatif, tidak salah. Ketika kamu terus menjelaskan kepada orang yang membencimu itu tidak akan pernah usai.

Cukup menyalahkan dirimu untuk semua situasi.

Tidak perlu berkecil hati, tidak pula perlu untuk membela diri, dan tidak perlu menjelaskan apapun tentang dirimu untuk mempertahankan kamu benar.

Saat ini, berhenti menjelaskan dirimu, pandang Allah dan jangan menoleh lagi.

Ingat Apa yang dikatakan Ali Bin Abi Thalib

Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun. Karena yang menyukaimu tidak butuh itu, dan yang membencimu tidak mempercayai itu

Semoga Kita senantiasa terus didalam lindungan Allah..

I am healing others but I was victim tho

Self reflection

Like I said before I had a lot of bad experience especially social. I got trauma and much more, it impacted all of aspect in my life one of them is language. I detected my self using english when I got problem how to say something.

Some word that I use, when it comes to people they told me it’s kind of sarcasm. Anyway I wouldn’t filter my word because all the thing that I’ve said was real. So do I have to change it? Yes I do. I do.. I will change it when I talk to my client not for my enemy or fake friends.

I’ve been treated by my lecturer she is psychologist. I came to her because i faced problem that distrubing my academic at the time. And she was give me little question and when she was ask me about my senior high school’s friends I don’t say anything ” I was cry” and that’s the point, friends you need to know that bully is a crime. It couldn’t make your money lost, it couldn’t make ur body unwell, but it’s a long term impact. We have no mental disorder machine or detector except psychologist. We would be aware if everything was just happened and impacted to our socials and personalities.. everything just late. I was late healing my self 😢 cause now I have so much worry at social, introvert, I have no trust anyone. I wish that I am the only who feels it and I wish that there is no people who get this bad experience.

Dear friends you can start making or using good habit in social to stop blaming someone hardly, stop planning labrak (it happens a lot at school) and stop making group to blame someone.

Better use your energy to make good circle or make a plan to achieve something with your informal group. Not to spread bad vibes and giving so much mentals terror

Ikhlas

Ketika diri ini berubah menjadi sangat gusar, penuh keluh dihati. Ya Allah apakah hamba telah bergerak menjauh dariMu? Apakah hamba meragukan kuasaMu? Apakah segala rencana yang Engkau susun untuk hamba menjadi sakit untuk hamba terima?

Ya Allah.. lindungi hati dan jantung ini dari segala prasangka, jangan biarkan ujian menjadikan hamba tidak taat denganMu ya Allah. Jangan biarkan hati ini menjadi batu sebab tiada cinta yang Engkau beri untuk melunakkan hati ini ya Allah.

Engkaulah tempat hamba berpulang.. ya Allah sungguh hamba merindukanMu, hamba berlindung kepadaMu dari godaan dunia. Tuntun hamba untuk mampu menjadi Ikhlas.. tuntun hamba menjadi pribadi yang Ikhlas.. ajarkan hamba ya Allah arti Ikhlas..

Apakah hamba terlalu mengenggam erat apa yang hamba miliki dan tidak ingin itu pergi?

Ya Allah.. ampuni hamba, jika memang apa yang hamba sukai adalah tidak baik. Hamba ikhlas untuk merelakannya. Jika memang apa yang hamba tidak sukai adalah baik.. pula hamba ikhlas untuk menerimanya..

Berjalan menuju padaMu

Melewati berbagai ujian agar mendapatkan tempat terbaikMu

Mendapatkan cintaMu ya Rabb

Tuntun hamba ya Rabb..

ayah of the day

“Know you not that Allah knows all that is in the heaven and on the earth? Verily, it is (all) in the Book (Al‑Lawh Al‑Mahfooz). Verily, that is easy for Allah”(Quran, al-Hajj 22:70)

In Saheeh Muslim (2653) it is narrated that ‘Abd-Allah ibn ‘Amr ibn al-‘Aas (may Allah be pleased with him) said: I heard the Messenger of Allah (peace and blessings of Allah be upon him) say: “Allah wrote down the decrees of creation fifty thousand years before He created the heavens and the earth.” Everything happens by the will of Allah. Whatever He wills happens, and whatever he does not will does not happen.

 

muslimmatters.org