going back to Jogja

momen terkecewa dalam hidup, dimana rencana yang disusun sungguh rapi. tapi tidak satupun bisa terealisasi karena hal lain yang tidak mampu ku kontrol diluar kendaliku. meminta belas kasih kepada lingkungan, itu hal terstupid yang pernah ada didunia ini. iya, terkadang dunia ini bisa baik, tapi juga bisa sebaliknya.

aku ga pernah se down ini mengahadapi tugas kuliah. honestly, aku gak perlu memanjat, melompat dan berupaya mati matian lagi untuk ujian akhir tesis. tapi, semangatku yang kujaga benar benar ini. runtuh dengan berharganya waktu seminggu yang tidak berguna. bahkan untuk baca dan buka leptop scroll up down doing revisi tesis and everything about how to make my self ready for my last exam. ok, aku udah gak bernafsu untuk mengejar apapun.

i am not trying to blame the time. iya, dosenku ke Thailand dan memang itu adalah tugasnya. tetapi itu sangat bertabrakan dengan waktuku untuk mengejar yudisium. aku udah ngabisin tissue berapa ya btw? udah ga bisa berkata kata lagi. hancur hatiku, padahal pengen jadi lulusan tercepat. gaes, apa emg aku ditakdirin buat gagal?

gagal toh bagiku biasa, tapi ini kegagalan yang menyakitkan. terkadang, disaat gagal. bukanlah momen gagal yang bikin kecewa. tapi tidak adanya dukungan, support, tekanan. aku selalu berharap Allah kuatkan, Allah kuatkan, Allah kuatkan.

iya, Allah kuatkan aku dengan caraNya. orang yang mungkin sangat aku harapkan ada tetapi tidak. Allah gantikan dengan orang lain. itu membuatku lega, dan berfikir ulang untuk bertindak bodoh. dan sekarang, aku cuma butuh waktu pergi dari Jogja, untuk di Jakarta beberapa hari, dan detik dimana menulis ini aku ada di Bandung, dan besok menginjak tanah Jogja untuk menyelesaikan tugasku yang belum selesai. i dont have any choice la. suka ga suka, mau ga mau, kecewa atau engga, apapun intinya aku harus selesaikan semua.

mungkin ini bentuk ujian awal sebelum masuk ke gerbang kehidupan selanjutnya..

Advertisements

so true

learn-how-to-treat-urself-by-this

i found my self is kind of an introvert

a hope

pada akhir dari sebuah kecewa, setiap orang akan memilih untuk kembali percaya atau memilih untuk meninggalkan.

kita tidak bisa menyalahkan harapan, karena harapanlah yang membuat kita hidup. tetapi jika harapan yang membuat kita berjuta juta kali kecewa, mungkin pertanyaannya adalah apakah kita keliru dalam meletakkan harapan?

dunia dan isinya adalah rizki, ketika dunia menjadi harapan tertinggi didalam hidup kita. mungkin kita perlu mempersiapkan diri untuk kecewa. karena dunia dan isinya memiliki batas waktu, suatu hari akan hilang atau pergi.

jika harapan dapat diletakan pada sesuatu yang abadi, mungkin kita tidak akan pernah kecewa. karena Ia abadi, dan Ia tidak akan pernah menghilang dari hidup dan mati kita.

-Sandra

Ada hal yang lebih dibalik apa yang tampak

Mengapa harus memusingkan dunia? setiap masalah yang kita hadapi di dunia adalah tak seberapa dibanding pertolonganNya. terkadang kita sibuk mencari pembelaan agar diri kita senantiasa benar, senantiasa terselamatkan dari masalah dengan merasa bahwa itu adalah upaya kita. Naudzubillahi min dzalik.

Jika tujuan kita hanya keluar untuk menyelamatkan diri dari masalah, apa yang kita upayakan itu lah yang kita dapatkan. tetapi jika kita melihat lebih dalam lagi bahwa terdapat maksud dari adanya masalah sbg ujian yang Allah beri dan memohon ridhoNya.. menyelesaikan masalah tidak hanya tentang selesai lantas sudah, tetapi kita dapat ridhoNya.

Ridho apa itu? Ridho karena Allah mengizinkan. Allah ridho.. karena kita tidak semata mata hanya ingin selamat didunia tetapi minta kerelaan Allah agar ujian yang kita hadapi didunia ini Allah bolehkan sbg jembatan menuju surgaNya. yang penting Allah ridho!

InshaAllah ketika kita tidak berpusat hanya pada selamat, hasilnya baik atau buruk menurut kita adalah merupakan hasil yang terbaik karena semata kita hanya memohon ridho.

karena hasil baik menurut kita belum tentu baik dimata Allah dan diridhoi, karena hasil buruk menurut kita belum tentu buruk dimata Allah dan diridhoi Allah.. kejadian baik bisa jadi ujian, pula kejadian buruk bisa jadi ujian. Karena antara baik dan buruk sebenarnya tak tau kita mana yg terbaik untuk kita. Karena senang susah sebenarnya tak tau kita mana yang terbaik untuk kita.

Aku tidak peduli keadaan susah dan senangku. Karena aku tak tahu, manakah di antara keduanya itu yang lebih baik bagiku

-Umar Bin Khatab

Bisa jadi kita diuji didunia, untuk kita menabung banyak pahala agar dapat tempat disurga. InshaAllah kalo Allah ridho, semua jadi indah.

Aamiin yra

I am healing others but I was victim tho

Self reflection

Like I said before I had a lot of bad experience especially social. I got trauma and much more, it impacted all of aspect in my life one of them is language. I detected my self using english when I got problem how to say something.

Some word that I use, when it comes to people they told me it’s kind of sarcasm. Anyway I wouldn’t filter my word because all the thing that I’ve said was real. So do I have to change it? Yes I do. I do.. I will change it when I talk to my client not for my enemy or fake friends.

I’ve been treated by my lecturer she is psychologist. I came to her because i faced problem that distrubing my academic at the time. And she was give me little question and when she was ask me about my senior high school’s friends I don’t say anything ” I was cry” and that’s the point, friends you need to know that bully is a crime. It couldn’t make your money lost, it couldn’t make ur body unwell, but it’s a long term impact. We have no mental disorder machine or detector except psychologist. We would be aware if everything was just happened and impacted to our socials and personalities.. everything just late. I was late healing my self 😢 cause now I have so much worry at social, introvert, I have no trust anyone. I wish that I am the only who feels it and I wish that there is no people who get this bad experience.

Dear friends you can start making or using good habit in social to stop blaming someone hardly, stop planning labrak (it happens a lot at school) and stop making group to blame someone.

Better use your energy to make good circle or make a plan to achieve something with your informal group. Not to spread bad vibes and giving so much mentals terror

Ikhlas

Ketika diri ini berubah menjadi sangat gusar, penuh keluh dihati. Ya Allah apakah hamba telah bergerak menjauh dariMu? Apakah hamba meragukan kuasaMu? Apakah segala rencana yang Engkau susun untuk hamba menjadi sakit untuk hamba terima?

Ya Allah.. lindungi hati dan jantung ini dari segala prasangka, jangan biarkan ujian menjadikan hamba tidak taat denganMu ya Allah. Jangan biarkan hati ini menjadi batu sebab tiada cinta yang Engkau beri untuk melunakkan hati ini ya Allah.

Engkaulah tempat hamba berpulang.. ya Allah sungguh hamba merindukanMu, hamba berlindung kepadaMu dari godaan dunia. Tuntun hamba untuk mampu menjadi Ikhlas.. tuntun hamba menjadi pribadi yang Ikhlas.. ajarkan hamba ya Allah arti Ikhlas..

Apakah hamba terlalu mengenggam erat apa yang hamba miliki dan tidak ingin itu pergi?

Ya Allah.. ampuni hamba, jika memang apa yang hamba sukai adalah tidak baik. Hamba ikhlas untuk merelakannya. Jika memang apa yang hamba tidak sukai adalah baik.. pula hamba ikhlas untuk menerimanya..

Berjalan menuju padaMu

Melewati berbagai ujian agar mendapatkan tempat terbaikMu

Mendapatkan cintaMu ya Rabb

Tuntun hamba ya Rabb..

ayah of the day

“Know you not that Allah knows all that is in the heaven and on the earth? Verily, it is (all) in the Book (Al‑Lawh Al‑Mahfooz). Verily, that is easy for Allah”(Quran, al-Hajj 22:70)

In Saheeh Muslim (2653) it is narrated that ‘Abd-Allah ibn ‘Amr ibn al-‘Aas (may Allah be pleased with him) said: I heard the Messenger of Allah (peace and blessings of Allah be upon him) say: “Allah wrote down the decrees of creation fifty thousand years before He created the heavens and the earth.” Everything happens by the will of Allah. Whatever He wills happens, and whatever he does not will does not happen.

 

muslimmatters.org

belajar memahami kebutuhan diri

cara terbaik untuk menjadi tetap shalihah adalah berkumpul dengan orang orang shalihah

dulu saya pernah ditanya oleh seorang laki laki yang hendak mendekati saya, tetapi dia tidak berasal dari liqo dan pada waktu itu saya masih rajin liqo “gak adil kalau orang orang kaya kamu bergaulnya sama yang itu itu aja, ya kalian dapat yang seperti kalian. kenapa gak bergaul sama kami.. aku ga setuju orang baik dapat yang baik, shalihah dapat yang salih. memangnya kami nggak salih kalau ga ikut begituan” begitu ujarnya. kemudian saya menjawab, “saya kurang faham, tetapi jika memang yang kamu maksud shalihah mendapatkan yang tidak liqo tidak papa. bukan tentang liqo itu salih atau salihah, siapa yang memahami kadar iman dan kesolehan seseorang? meskipun hendaknya terpancar dari perilaku dan perbuatannya mungkin contohnya dengan liqo. tetap Allah yang lebih memahami” dan kemudian ia menyahut kembali.. “kalau orang orang seperti kalian tidak berbaur dengan kami atau yang lain, bagaimana kami bisa berteman bahkan mendekati. kami ingin mendekat tetapi kalian seakan memberi jarak” dan saya jawab “tidak semua seperti itu, ini buktinya saya menjadi temanmu.. mungkin mereka dan aku bahkan ingin tetap terjaga. kami ingin tetap ada di lingkungan terbaik karena mungkin jika kami tidak dilingkungan ini, kami tidak terkontrol” dan masih banyak percakapan yang membuat saya menyadari bahwa lingkungan yang baik akan membawa dampak yang baik bagi diri kita. saat ini saya merasakannya, ketika Allah meletakkan saya pada lingkungan ghibah dan hati saya sangat gusar karena saya takut terpapar dan menjadi seperti penikmat ghibah. lingkungan shalihahlah tempat saya berpulang..

bagiku, satu hal yang paling menakutkan di dunia ini adalah berada di lingkungan atau zona yang mampu menjauhkan diriku dari Allah.