being unknown

menetapkan hati membutuhkan keberanian memutuskan kepada siapa kita akan melabuhkan bahagia dan kecewa. ketika memulai sebuah komitmen, kita hanya membutuhkan “kemampuan untuk dipercaya dan kemampuan untuk mempercayai”. tidak semua orang yang berdua memiliki kemampuan itu. ada yang berdua karena bahagia, nyaman. bahagia dan nyaman itu apasih?

bahagia dan nyaman itu hanyalah rasa. rasa yang diciptakan oleh Allah. ketika bahagia dan nyaman itu ditarik kita tidak tau apa yang akan terjadi dan bagaimana kita akan meresponnya. ketika kita siap, kita mungkin akan menangis dan bersedih dan kemudian akan bangkit seiring berjalannya waktu. ketika kita tidak siap?

ini yang banyak terjadi diantara kita. respon kita ketika tidak siap rasa itu ditarik olehNya bisa jadi buruk. ada yang melukai diri, ada yang menjauh dari dunia bahkan ada yang meninggalkan dunia. membunuh dirinya sendiri baik fisik ataupun psikisnya. itu dampak kita tidak siap dan tidak mengingat siapa yang memberi rasa dan menarik rasa itu kembali.

jika komitmen mampu mengikat dua orang untuk tidak memperdulikan rasa namun memperdulikan janji “apapun yang terjadi, dia adalah pilihanku” maka tidak akan ada drama untuk melukai diri sendiri. tetapi komitmen tidak semudah yang diucapkan. menjalaninya pun membutuhkan kesadaran dan kedewasaan.

mengapa Allah memerintahkan kita untuk menikah? “nikahilah orang yang kamu sukai” bukan “pacarilah orang yang kamu sukai”. karena untuk status pacar pun tidak cukup mengikat hati seorang manusia tetap pada pasangannya. bisa jadi itu adalah kartu bebas akses melakukan apapun karena “dia milikku”. bisa jadi itu adalah maksud agar orang yang ia sukai tidak diambil orang. who knows?

apapun yang terjadi dihidupmu, belajarlah untuk selalu mengingat siapa sang pemberi Rasa. siapa yang memperbolehkan kita untuk merasakan rasa. belajarlah untuk membuka mata dan menerima realita karena bisa jadi Allah memberikan rasa baik positif atau negatif, itu semua memiliki arti. mungkin rasa bahagia adalah bonus karena kesabaran dan istiqomahmu, tetapi disisi lain itu bisa jadi ujian. begitupun rasa sedih ataupun menangis, bisa jadi itu bonus, bonus karena masih diberikan kepekaan sensitivitas untuk menangis dan bersedih, tetapi bisa jadi ujian.

ingat, menangis adalah berkah  dari Allah, itu salah satu tanda bahwa hati kita masih hidup. rasa negatif tidak selamanya negatif.

rasa itu adalah ujian. menghadapi dan meresponnya pun adalah ujian. tidak cukup merasa jatuh cinta bahagia dan endingnya menggembirakan. iya jika Allah memberi kemudahan untuk menggapai itu semua. jika Allah mau kita belajar untuk menggapainya? jika kita harus bersedih kemudian baru merasakan kegembiraan? cobalah membuka fikiran kita. bahkan untuk sebuah rasa kita perlu memikirkannya. untuk memikirkannya kita perlu filter. perlu pedoman. siapa yang mampu menjadi pedoman kita dalam mengukur sebuah rasa? Allah..

tanyakan rasa itu padaNya. dan Ia akan menjawabnya melalui takdir

kalau angin mampu membawa salam kerinduan untuknya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s