dengan bismillah dan kasih sayang sang maha pencipta (cerpen)

Bismillahirohmanirrohim

Khaifah haluk?

Hari ini mau menceritakan pengalaman seorang akhwat yang sangat berjuang untuk mempelajari islam dengan sebenar benarnya. Selamat membaca..

Aqsha adalah seorang akhwat yang sedang kuliah disalah satu universitas di Yogyakarta, dinamika kehidupan yang dijalani Aqsha sangat rumit. Dia tidak berlatar belakang islami namun Aqsha mencoba menemukan kebenaran yang dia cari hingga sampailah dia memahami islam. Dia benar benar belajar memahami keyakinannya dari titik bawah. Karena dirinya sadar bahwa keyakinan adalah pilihan. Bukan dibawa sejak lahir karena orang tua. Namun kitalah yang memilih atas dasar keyakinan.

Aqsha adalah anak ke 2 dari 2 bersaudara. Memiliki orang tua yang sibuk namun tetap memperhatikan dirinya. Memiliki seorang abang yang sangat religious pintar dan sangat menyayanginya. Karena Aqsha merasa sendiri kemudian dia mencari kesenangan diluar sana dengan bergaul bersama teman teman. Aqsha tergolong anak yang mudah bersosialisasi dengan siapapun dari kalangan manapun. Ketika SMP aqsha mengikuti organisasi disekoloahnya dan ikut perkemahan. Banyak sekali kegiatan Aqsha hingga dia tidak memikirkan tentang sekolahnya. Pada suatu hari pencari bakat dari salah satu agensi di kota dimana Aqsha sekolah dulu datang. Mereka mencari generasi baru dalam dunia modeling dan Aqsha terpilih bersama ke dua teman temannya. Mereka memberikan surat penghantar untuk mengajak masuk dan ikut dalam satu acara fashion show. Awalnya Aqsha berfikir dunia modeling itu identik dengan sepatu hak tinggi dan dia sangat tidak menyukai hal hal yang feminim. Meskipun pada saat itu Aqsha sudah mengenakan hijab. Aqsha selalu bersikap layaknya lelaki seperti bermain basket dan menghabiskan waktu diwarnet untuk bermain point blank. Itu adalah rutinitasnya ketika dia tidak memiliki program kerja OSIS atau perkemahan. Kemudian Aqsha tidak menghiraukan surat itu dan hanya meletakkan diatas meja belajarnya. Tidak sengaja tante dan ibunya melihat surat itu. Tante Aqsha sangat mendukung Aqsha menjadi model begitupun ibunya. Langsung tanpa menunggu terlambat ibunya menanyakan hal ini kepada Aqsha

Ibu      : Aqsha, kamu dipilih oleh pencari bakat? Ibu tidak sengaja membaca surat diatas mejamu.

Aqsha        : bukan hal yang penting bu, Aqsha tidak berminat.

Tante    : kenapa dek? Dicoba saja.. toh tidak salahnya mencoba loh (dengan sangat antusias mendukung)

Aqsha         : *berfikir sangat lama*

Ibu              : apa yang membuatmu tidak beminat?

Aqsha   : sepatu hak tinggi bu. Itu membuat Aqsha tersiksa -_- *polosnya*

Ibu             : ah.. kamu harus mencobanya. Masalah sepatu biar ibu ajarkan bagaimana berjalan dengan sepatu hak tinggi.

Aqsha        : terserah ibu..

Kemudian ibunya datang ke agensi yang mengajak Aqsha untuk ikut bergabung dan mengurus semua administrasi. Tiba harinya Aqsha latihan berjalan melenggak lenggok diatas panggung latihan menggunakan hak 5cm. aqsha sangat tersiksa pada hari itu. Namun Aqsha tidak mau mengeluh. Disana Aqsha banyak mendapatkan teman baru dan mereka sangat cantik cantik. Aqsha tertarik untuk menjadi seperti mereka. Walaupun dia tau dia sangat tidak suka dengan sepatu hak tinggi.

Seminggu dua minggu dan sebulan. Hari hari telah berlalu dan saatnya perlombaan modelingpun tiba. Acara fashion show yang diadakan oleh agensi pusat dijakarta sangat meriah. Aqsha pun takut untuk melanjutkan dan mengatakan kepada ibunya dia ingin mudur saja. Namun ibunya tidak mengijinkan Aqsha untuk mundur karena tinggal selangkah lagi. Ibunya member Aqsha pengertian dan motivasi sehingga Aqsha mulai bangkit melawan takut. MC memanggil Aqsha dan Aqshapun berjalan lenggak lenggok. Tanpa Aqsha sadari dia mampu tampil didepan banyak orang tanpa sedikit kesalahan yang dia takutkan seperti jatuh atau haknya patah. Setelah tampil Aqsha pun lega sekali. Dia tidak menyangka dia mampu. Kemudian pada saat pengumuman tiba Aqsha tidak percaya dia masuk sebagai juara. Disinilah awal cerita sesungguhnya. Saat Aqsha menjadi juara, kepercayaan dirinya meningkat sehingga dia berani untuk mendaftar sebagai model di salah satu agensi dan dia diterima dengan banyak syarat yang harus dipenuhi salah satunya menjaga pola makan dan setiap minggu berat badannya ditimbang. Ketika itu Aqsha baru saja masuk SMA. Pergaulan SMA yang dia masuki sangat rentan masalah. Kurangnya control dari orang tua menjadikan Aqsha semakin nakal tidak memperdulikan akademisi. Bahkan untuk belajar saja dia tidak pernah. Ditambah lagi dunia modeling yang begitu update dan beragam membuat Aqsha semakin memikirkan tentang kesenangan saja. Umur Aqsha yang masih sangat belia tidak bisa memilih mana yang benar dan salahpun semakin memperburuk keadaan. Aqsha mulai ikut party dengan teman teman modelnya, mulai cabut sekolah dan berpacaran. Bahkan ketika pesantren sekolah diadakan Aqsha melompat pagar dan kabur pada waktu awal pesantren dimulai. Ketika bulan puasa Aqsha mulai mencoba ikut seperti teman temannya yang tidak puasa dan Aqsha pun ikut tidak berpuasa padahal wajib hukumnya. Dunia fashion yang masih mengikat Aqsha membuat dirinya ketergantungan dengan fashion yang ada. Aqsha selalu menggunakan pakaian feminim dan mini dress. Namun Aqsha sadar dengan nilai dan norma karena aturan ketat yang dibuat ayahnya sangat melekat. Sehingga bagaimanapun kenakalan Aqsha. Dia tidak ingin merugikan orang lain. Pada saat Aqsha SMA dia tidak bertemu dengan abangnya karena abangnya saat itu kuliah di salah satu perguruan tinggi dijakarta. Ketika abangnya kembali melihat Aqsha dengan celana pendek mini dress dan baju baju kurang bahan lainnya. Abangnya sangat marah dan kesal. Namun dia tidak akan memarahi Aqsha hanya mengingatkan Aqsha. Tak menyerah untuk mengingatkan Aqsha sholat dan mengaji. Senantiasa mengingatkan menutup aurat mengenakan hijab ketika keluar rumah tidak hanya disekolah saja. Aqsha pun tidak mau mendengar. Aqsha tau abangnya sangat menyayanginya. Namun keinginan seorang remaja ini lebih besar dari pada harus menurut dengan abangnya. Hingga tiba saatnya..

Setelah tamat SMA Aqsha merasa bosan dengan rutinitasnya. Aqsha memaksa orang tuanya untuk membiarkannya kuliah di Yogyakarta. Dengan berat hati orang tuanya mengijinkan karena orang tuanya sedikit banyak tau bahwa anak perempuan yang mereka miliki sangat rentan dipengaruhi orang lain. Namun Aqsha memiliki keluarga besar di Yogyakarta yang akan selalu mengawasi dan melindunginya. Niat Aqsha untuk kuliah di Yogyakarta pun mantap. Untuk belajar menimba ilmu. Karena Aqsha sadar selama sekolah 12 tahun dia tidak mendapatkan apa apa. Dia mulai serius untuk belajar dalam dunia perkuliahan dan Aqsha mantap memilih jurusan psikologi. Awal datang di Yogyakarta, abang Aqsha selalu bertanya dan ini pertanyaan akhir abangnya yang tidak akan pernah bisa ia tanyakan kembali. Dimulai saat itu pada hari itu.

Abang   : Dek, kapan mau berhijab?

Aqsha   : ih berisik! Mulai detik ini Aqsha berhijab. *tanpa basa basi*

Dan sampai detik inipun Aqsha tidak pernah melepaskan hijabnya. Aqsha pun tidak tau mengapa. Dia hanya menggunakan hijab syari dihari pertama. Untuk membayangkan proses bagaimana Aqsha yang menggunakan dress pendek dan langsung menggunakan hijab syari. Subhanallah. Mungkin inilah kasih sayang Allah yang ditunjukan. Betapa sayangnya Allah dengan Aqsha senantiasa melindungi Aqsha ketika dalam keadaan apapun. Mengingatkan Aqsha walaupun pada saat itu Aqsha tidak tau untuk apa dia berhijab syari dan tidak faham apa itu islam. Seiring berjalannya waktu, Aqsha pun belajar untuk memahami esensi dari hijab itu sendiri apa dan Aqsha mulai mempelajari Islam itu apa kemudian bagaimana membaca Alquran dengan benar. Walaupun Aqsha belajar membaca Alquran 3 tahun dengan ustad dikompleknya. Dia tetap tidak bisa membaca. Karena itu bukan kemauannya. Namun paksaan ayahnya. Keingintahuan Aqsha dalam mempelajari islam dan semua aturannya membuat Aqsha mudah memahami tentang agama yang saat ini dipeluknya. Dengan belajar sedikit demi sedikit. Aqsha pun merasa seperti seorang mualaf. Ternyata agama yang dia ajarkan selama 12 tahun disekolah tidak cukup membuatnya faham untuk apa agama di yakini. Cerita Rasulullah yang dia dengar ketika kecil tidak membuatnya faham. Namun ketika dibangku kuliah dia faham bagaimana Rasulullah menjadi tauladan untuk menuntun kita berbuat kebaikan.

Sampailah saat orang orang menyebut Aqsha sebagai seorang akhwat. Sebenarnya Aqsha tidak faham apa itu akhwat apa itu ukhti. Kemudian Aqsha bertanya kepada salah satu sahabat dan sahabat menjelaskan akhwat adalah perempuan muslimah yang menjaga teguh aqidah. Sedangkan ukhti adalah panggilan untuk saudara perempuan. Menurut Aqsha dia tidak pantas menjadi seorang yang disebut Akhwat. Aqsha berfikir bahwa dia masih sulit untuk meninggalkan salah satu kebiasaannya yaitu foto dan bergaul dengan semua orang termasuk lelaki. Walau Aqsha faham bagaimana pergaulan dalam pandangan islam. Aqsha hanya mencoba untuk tetap menjaga aqidahnya tetap bergaul namun tau batasan batasan tertentu. Sering kali Aqsha menangis karena tak habis fikir mengapa orang orang diluar sana tidak melihat bagaimana cara dirinya berproses. Dirinya faham betul jika ingin berubah pasti bisa. Namun Aqsha hanya mencoba istiqomah berada dijalan Allah. Keimanan seseorang hanya dia dan Allah yang tau. Tak jarang teman teman modelingnya kaget melihat perubahan Aqsha. Davina salah satu teman modelingnya pun bertanya

Davina  : Aqsha kamu kok jadi berubah gitu pakai hijab panjang?

Aqsha   : nggak papa kok, aku nyamannya begini hehe

Davina  : tapi kamu gak berubahkan? Sikapmu..

Aqsha   : aku tetap Aqsha yang dulu kok. Kapan kita hangout bareng lagi vin? Haha *candanya

Davina  : bagaimana bisa hangout bareng. Kamu di Jogja aku Di sini -_-

Aqsha senang sekali teman temannya masih mau berteman dengannya. Namun ada beberapa teman menjauhi Aqsha tidak tau mengapa alasannya. Beberapa dari mereka takut dengan perubahan Aqsha dan beberapa sangat takjub. Namun bukan poin itu yang Aqsha cari. Bahwa Aqsha hanyalah berubah karena Allah. Hidup Mati dan keikhlasan Aqsha untuk Allah. Cintanya terhadap Allah cukup menguatkan Aqsha dalam keadaan apapun. Tidak hanya disini Aqsha tetap memperdalam ilmu agamanya dengan sahabat yang sangat perduli dan membimbingnya. Mengingatkannya selalu untuk tetap istiqomah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s